Contoh Surat Lamaran Kerja dan ~ Cara Membuat Surat yang Memikat HRD


Contoh Surat Lamaran Kerja - Membuat surat lamaran pekerjaan merupakan hal yang paling utama harus dilakukan oleh seorang search job jika ingin mendapatkan pekerjaan. Ini jelas dan wajib hukumnya.

Ibaratkan sebuah gerbang yang harus di masuki, maka surat lamaran kerja adalah tiketnya. Jika tidak mempunyai tiket maka seseorang tersebut tidak akan bisa masuk ke dalamnya. Tetapi, ada juga orang yang sudah memiliki tiket namun tetap tidak bisa melewati gerbang tersebut karena tiket yang di gunakan palsu dan tidak layak.

Hal tersebut juga berlaku jika surat lamaran kerja yang dibuat tidak bagus, tidak sesuai format, tidak menjual. Maka jangan harap Kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang di inginkan.

Untuk itulah pada postingan kali ini PI akan mencoba memberi beberapa contoh surat lamaran pekerjaan yang baik dan benar, serta bagaimana membuat sebuah surat yang bisa memikat hati HRD sehingga kamu bisa lolos dan di terima kerja pastinya, Aamiin.

Berikut Contoh Surat Lamaran Kerja


Sebelum kita membuat sebuah surat lamaran pekerjaan, tentunya akan lebih baik lagi jika melihat contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar itu seperti apa, dan bagaimana susunannya.

Secara garis besar sebuah surat lamaran kerja terdiri atas;

  • Bagian pembuka
  • Bagian isi atau uraian, dan 
  • Bagian penutup

Sedangkan untuk menjadikan ketiga bagian tersebut membentuk sebuah surat yang baik dan benar serta disukai oleh para perekrut, maka ada hal-hal yang harus di perhatikan berhubungan dengan penulisannya, yaitu;

1. Menggunakan Bahasa yang Sesuai EYD

Penulisan kalimat pada surat berdasarkan ejaan yang disempurnakan amatlah penting, penggunaan kata yang sesuai dengan prosedur dan legalitas akan mencerminkan kualitas pribadi yang kamu miliki.

Coba dibayangkan andai kata kamu menggunakan kata-kata gaul, alay, dan gak jelas pastinya risi bukan, begitu juga orang yang membacanya. Oleh sebeb itu usahakan gunakan EYD.

2. Perhatikan Kebersihan dan Kerapian Kertas 

Poin ini sangat jarang diperhatikan dan sering disepelekan oleh para pencari kerja, mereka kurang telaten akan hal ini terutama para pencari kerja pria.

Surat lamaran kerja yang rapi dan minim lipatan pada kertas yang di gunakan akan menambah poin tersendiri dimata HRD. Oleh sebab itu perhatikan poin ini.

3. Lengkapi dengan Bahan Pendukung 

Bahan pendukung di sini maksudnya adalah sertifikat atau pengalaman kerja yang kamu miliki yang masih berhubungan dengan jabatan yang sedang di lamar saat ini.

Banyak para fresh graduate mencatumkan sertifikat dan keahlian mereka namun kurang sesuai dengan kualifikasi yang di minta oleh pihak perusahaan atau instansi yang membuka lowongan kerja.

4. Gunakan Kata-kata yang Sopan

Penggunaaan kata-kata yang sopan akan terkesan menghargai para HRD yang diberi tugas oleh perusahaan untuk menyeleksi berkas dari sang pelamar. Jika tulisan kamu terkesan sombong ini bahaya!, bisa jadi berkas kamu akan di singkirkan oleh mereka sebelum dibaca secara menyeluruh.

5. Perhatikan Apa yang Diminta 

Baca dengan seksama dan catat bila perlu apa yang diminta oleh perusahaan kepada para pelamarnya, hal ini bisa kamu lihat dari kualifikasi yang di cantumkan pada lowongan kerja atau kamu bisa riset secara mandiri terhadap perusahaan yang bersangkutan.

Riset ini bisa menanyakan ke pihak CSO atau mengunjungi website milik mereka, dengan mengetahui profil perusahaan secara dini maka akan memudahkan kamu juga nantinya jika masuk pada tahap wawancara.

Sekarang kamu telah mengetahui secara garis besar mengenai hal dan bagian yang bisa membuat sebuah surat memiliki nilai jual yang tinggi dimata perekrut. Sekarang waktunya menerapkannya.

Contoh Surat yang Memikat HRD


Berikut ini merupakan contoh surat lamaran yang bisa memikat perekrut;

contoh surat lamaran kerja

Jika kita perhatikan contoh surat lamaran kerja di atas terdapat 2 poin keunggulan yang membuat surat tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi terhadap pemiliknya, yaitu:

  • Pengalaman Kerja, dan
  • Referensi

Mengapa demikian?, berikut alasannya.

Dengan pengalaman maka perusahaan akan menganggap bahwa kamu adalah orang yang sudah professional di bidang yang bersangkutan. Coba perhatikan jika anda melihat lowongan kerja, baik di internet, koran, radio, dan sebagainya. Pasti di persyaratan ada poin “pengalaman kerja lebih di utamakan” bukan!.

Perusahan akan sangat senang dengan calon karyawannya yang kompeten, dan profesional. Jika kamu sudah di anggap kompeten maka kemungkinan besar akan dipercaya untuk mengisi lowongan kerja tersebut.

Begitu juga referensi. Layaknya pengalaman, referensi akan di jadikan acuan oleh si perekrut kerja apakah pemilik surat tersebut benar-benar memiliki kompetensi seperti yang telah ia cantumkan di dalam surat lamaran tersebut? atau ia hanya mengarang saja!.

Untuk itulah di butuhkan referensi.

Ini dunia kerja, perusahaan tidak akan percaya begitu saja dengan apa yang kamu tulis. Kamu harus membuktikannya, untuk itulah sebuah referensi sangat di perlukan untuk membuktikan hal tersebut.

Permasalahan terbesar jika menerapkan contoh surat di atas adalah, kamu masih fresh graduate yang minim pengalaman dan prestasi. Untuk mensiasati hal tersebut caranya sangat gampang dan semua orang bisa melakukannya.

Berikut caranya:

Ganti Pengalaman dengan Penghargaan

Yah benar!, penghargaan... Pastinya saat kamu masi menempuh studi pernah mengikuti kegiatan seperti perlombaan etc yang menghsilkan sertifikat. Nah cantumkan penghargaan tersebut sebagai pengganti pengalaman kerja pada surat lamaran yang kamu buat.

Saya jamin kamu 80% bisa masuk tahap wawancara. Ini sudah saya lakukan dan cukup berhasil. namun yang perlu diingat adalah. Kesesuaian antara sertifikat dengan jenis loker yang sedang diincar.

Ganti Referensi dengan Dosen atau Guru

Ganti referensi dengan dosen jika kamu tamatan Universitas atau guru jika kamu tamatan SMA.

Jika orang yang telah berpengalaman kerja mencantumkan referensi berupa seorang atasan, maka kamu bisa memberikan referensi berupa dosen atau guru.

Cara ini cukup efektif karena dosen sudah lebih banyak tahu mengenai potensi dan kepribadian kamu di bandingkan orang lain. Dan merupakan orang yang tepat untuk memberikan informasi yang sangat penting untuk perusahaan yang kamu lamar.

Lagi pula dosen atau guru tidak akan mungkin memberikan keterangan dan informasi yang buruk mengenai kamu. Jika itu ia lakukan maka akan membuat nama baik kampus dan sekolah  juga ikut tercemar terutama program study yang bersangkutan.

Masuk akal tidak?.................


Ada satu catatan lagi. Jangang mencantumkan referensi berupa keluarga kandung atau teman. Percuma tidak akan ada gunanya. Jika HRD menelpon mereka maka yang ia pertanyakan pertama kali adalah status mereka dengan kamu, bukan prestasi kamu!.

Jika HRD tahu bahwa status mereka dengan kamu adalah seorang keluarga kandung atau teman, siap-siap saja HRD akan menutup telepon. Bisa kamu tebak bukan alur cerita kedepannya.

Oke demikianlah postingan saya kali ini mengenai cara membuat dan contoh surat lamaran kerja, semoga bisa memberi manfaat buat kamu yang sedang mencari pekerjaan, dan semoga di terima Aamiin.

Jangan lupa share ya!..........wassalam.........



Artikel Lainnya

loading...